Kepergok pacaran oleh Jurig Pengemis
Awal kisah sepasang muda mudi yg dimabuk asmara sebut saja yanto 23 th dan imas 21 th janjian ketemuan melalui pesan singkat.
Yanto: “sayang hayu ih kita ketemuan, udah 3 rebo nih kita gak ketemu”. Imas: “hayuuu aku udah kangen bgt sama kamu yang cing demi”.
Yanto: “asik hayu atuh”. Imas: “hayu kmn ai ayang?”. Yanto: “cenah ketemuan”. Imas: “oh iya ya”. Yanto: “cik atuh ngbls sms teh nu puguh”
Akhirnya merekapun sepakat untuk berpacaran di Bukit Bintang yang jaraknya 456 kilometer dari rumah Yanto.
Yanto yg berprofesi sebagai supir elf dan sedang narik waktu itu menurunkan penumpangnya dipinggir jalan demi kekasih yg sangat dicintainya.
Penumpang: “pir kunaon eureun didieu?”. Yanto: “aduh punten ibu ieu abdi bade aya periogi, ngalih weh atuh kanu sanes”. Penumpang: “-___-“.
Yanto pun bergegas pulang dan segera mandi biar wangi dan langsung berangkat ke rumah Imas yg berada di majalaya.
Imas: “ayang kamu cakep deh hari ini”. Yanto: “ah masa sih?”. Imas: “iya kaya thomas djorgi”. Yanto: “aduh :”> jadi malu”
Merekapun langsung tancap gas menuju Bukit Bintang. eh kela ketang, kan beurang keneh. api api weh yah udah malem. udah jam 11 ceritanya teh
Ketika sesampainya disana, bukit bintang terasa sunyi sepi. hanya ada tukang parkir yang nagih duit parkir. Imas pun langsung muringkak
Imas: “yang ini teh cuma kita doang?”. Yanto: “iya, knp emg yang?”. Imas: “serem yang”. Yanto: “biarin yang biar indehoy”
Merekapun duduk disebuah semak2. sambil melihat keindahan lampu2 rumah da bintang nya gak ada. bukit lampu berarti bukan bukit bintang.
Ketika sedang asik berduaan, tiba tiba…. ada yg gugurusukan disekitar semak semak tersebut. Imas pun berteriak “Amboeeeeeeeeeeeeng!”
Yanto dan imas yang terkejutpun langsung segera ngorojat, Imas: “yang itu apa iiiiih”. Yanto: “nyateuing atuh yang, kela dicek heula”
Yanto yg menghampiri lokasi gugurusukan seketika terkejut dan lari menghampiri imas. Yanto: “yaaaaaaaaang”. si imas reuwas tah didinya teh
Imas: “ada apa yang?”. Yanto: “gak ada apa apa. hehe bohong itu mah”. Imas: “ah sia beul”. Yanto: “hayu lanjutin lg yang..”
Tapi ketika mereka akan duduk, tiba bujur si imas ada yg noel itu mah. aduuuuuuh. kaget pisan sok tiba tiba ada yg noel.
Pas mereka melihat kebelakang.. Astagaaaa!! sesosok anak kecil sedang namprak sambil lehoan kepada mereka “a.. teh.. kasian..”.
Ya tuhaaaaaan.. Itu adalah Jurig pengemis yg sudah hilang sejak 200 tahun yg lalu dan muncul kembali.
Jurig pengemis: “pek siah ketauan kalian lagi mencug”. Yanto dan Imas sontak berteriak histeris “toloong tolooong ada jurig. aslina ieu mah”
Karena tidak ada yg nulungan langsung digebugan itu mah si jurig pengemis teh ku duaan. watir ih udah mah jurig, pengemis, digebugan oge :(
Saking takut dan kesalnya mereka ngagebugan. tidak sadar ternyata si jurig tersebut telah meninggal dunia. aduuuuh lasuuut itu mah.
Yanto: “yang hayu kabur ih, ieu jurig na geus maot”. Imas: “alah gimana atuh yang? :(“. Yanto: “hayu kabur weh, bisi kapanggih ku warga”
Saking takutnya, mereka pun berlari terus sampai ke ujung berung.. dan tidak sadar bahwa elf mereka ketinggalan di bukit bintang.
Imas: “paingan asa cape yang, da kita teh lumpat jauh jauh teuing marukana maraton”. “Yanto: “Alah heueuh yang, naek angkot weh yu ah”
Dari kejadian itu Yanto dan Imas bertobat dan tidak mau berpacaran di semak2 lagi. apalagi di bukit bintang.
Oke Watirers. Pesan moral yg di ambil dari #KisahWatir kali ini. “jangan pernah mencug di sembarang tempat, karena bisa merang dan bisi ada jurig”.